by editor
Jember, 14 Februari 2025
Dalam rangka menindaklanjuti Undangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur No. 500.16.2/214/116.2/2025 tanggal 6 Februari 2025, perihal Capacity Building Penyusunan Investment Project Ready to Offer (IPRO) se-Jawa Timur Tahun 2025, pada tanggal 10 - 11 Februari 2025, di Hotel Platinum Surabaya yang diselenggarakan bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan di atas dihadiri oleh Perwakilan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten/Kota dan Bappeda Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur, Dinas PMPTSP Provinsi Jatim, Bappeda Provinsi Jatim, Project Owner, Konsultan, Kantor perwakilan BI se-Jatim, dan SKPD Provinsi Jatim. Adapun Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Jember Ibu Tita Fajar A. menugaskan Tim Substansi Penanaman Modal yakni Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Ahli Muda dan Pranata Komputer Ahli Pertama untuk menghadiri dan mengikuti kegiatan di atas.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan High Level Meeting Kepala Daerah se-Jawa Timur 2024 untuk mengakselerasi investasi daerah melalui komitmen penyusunan 1 (satu) IPRO untuk setiap Kabupaten/Kota, maka menjadi penting untuk meningkatkan kapasitas tim teknis pengelola investasi di Jawa Timur melalui pelaksanaan Capacity Building Penyusunan IPRO se-Jawa Timur Tahun 2025 bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat Kabupaten/Kota yang berperan dalam perencanaan dan promosi investasi yang langsung diasistensi oleh Konsultan BKPM PT. Sucifindo.
Kegiatan ini secara umum difokuskan mengasistensi penyusunan IPRO pemerintah daerah Kabupaten/Kota se-Jatim dan secara khusus melaksanakan kurasi kepada 21 proyek IPRO Kabupaten/Kota yang telah memiliki Feasibilty Study dan menyiapkan One Page Summary/infomemo IPRO. Oleh karena itu rekomendasi strategis penyiapan proyek investasi IPRO Kabupaten Jember dapatnya mempertimbangkan aspek dasar utama IPRO yakni Aspek Legal, Aspek Teknis dan Aspek Pasar sebagai aspek paling fundamental yang harus dipetakan secara baik (clean and clear) beserta data yang tervalidasi dan 4 aspek pendukung yang selanjutnya dilaksanakan dengan tim penyusun lintas sektor.